Soviet menyerbu Manchuria
Agustus
1945, Soviet menyerbu Manchuria. Angkatan perang Jepang melarikan diri, dan
meninggalkan anak-anak dan para wanita di Manchuria. Doshin So merasakan
perilaku yang kurang berkenan untuk ikut meninggalkan Manchuria. Akhirnya ia
mengalami dua masa pendudukan di Manchuria, yaitu masa Jepang dan masa Soviet.
Ia melihat perilaku dari pemenang perang waktu itu, bagaimana cara supaya bisa
mempertahankan kedudukannya, tak lain dengan menekan kaum yang lemah. Dan ia
pun melihat bagaimana keberanian seseorang untuk melindungi yang lemah dengan
bahkan mengorbankan diri mereka. Doshin So mengembangkan pemahamannya, bahwa
kualitas seseorang bukan dari kebangsaan mereka tetapi berasal dari individu
sendiri.
Ia
berkata, ” Di masa damai, orang-orang dapat menyembunyikan karakter mereka asli
mereka, mereka dapat menghias karakter masing masing, tetapi ketika kekacauan
datang, akan terlihat karakter aslinya, tidak lagi terpengaruh oleh hukum yan
ada. Aku mempelajari hal ini dari pengalaman dan penderitaan. Jika kita ingin
mencapai kedamaian, tidak ada jalan/cara lain kecuali menegakkan kesadaran
hukum yang kuat kuat untuk semua, tidak memihak siapapun.
Aku merasakan hal ini ketika berada di Manchuria. Sehingga jika aku dapat kembali ke Jepang, aku akan membuka sekolah swasta untuk membangun ikatan dan jiwa keberanian, serta kepercayaan di hati orang orang muda”.
Aku merasakan hal ini ketika berada di Manchuria. Sehingga jika aku dapat kembali ke Jepang, aku akan membuka sekolah swasta untuk membangun ikatan dan jiwa keberanian, serta kepercayaan di hati orang orang muda”.