Minggu, 17 November 2013

"HITO, HITO, HITO, SUBETE WA HITO NO SHITSU NI ARU"

BismillaahirRahmaanirRohiim

-"manusianya, manusianya, manusianya, - segala sesuatu tergantung pada kualitas manusianya."  
    (Hito, hito, hito, subete wa hito no shitsu ni aru)

Kata Kunci:

  • Ditemukannya Shorinji Kempo dan konteks sejarahnya
  • Manusianya, manusianya, manusianya - segala sesuatu tergantung pada sifat orangnya
  • Pembentukan dunia yang ideal berdasarkan pengembangan individu.
  • Membentuk pemimpin-pemimpin sejati
  • Sifat-sifat manusia yang ideal dari dalam Shorinji Kempo.


- Motivasi dan ketetapann ditemukannya Shorinji Kempo

Pada tahun 1945, dalam keadaan perang di daerah timur laut Cina , kaiso (DOSHIN SO) menyaksikan realita politik internasional yang keras di mana kepentingan-kepentingan negara dan ras mengambil tempat utama , dan hanya yang kuat yang benar.

Ditengah situasi ini , Kaiso (DOSHIN SO) menyadari bahwa peristiwa - peristiwa yang terjadi sangat dipengaruhi oleh karakter dan cara berpikir orang - orang yang memiliki pengaruh. Kaiso menyatakan realita ini sebagai "manusianya, manusianya, manusianya, - segala sesuatu tergantung pada sifat-sifat orangnya."

Ia memperhatikan bhwa "apabila masyarakat diatur oleh orang-orang, maka kedamaian sesungguhnya hanya dapt datang dari pengembangan rasa kasihsayang, keberanian dan rasa keadilan dalam diri sebanyak mungkin orang."

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sejarah Kempo



Sejarah Kempo

Shorinji Kempo ditemukan di Jepang pada tahun 1947 oleh Doshin So. Tetapi awal mula sejarahnya dapat di pastikan bermula dari India sekitar 5000 tahun yang lalu, dimana tehnik beladir fisik berkembang dan menyebar bersama ajaran Budha yang saat itu masuk ke daratan Cina, dan mengakar di Biara Shaolin.


Tehnik Kempo mulai dipelajari dan dipakai oleh para pendeta di Shaolin untuk melatih tehnik beladiri dan juga dipakai untuk melatih mereka secara spiritual.


Ketakutan akan para pendeta Shaolin yang mahir dalam beladiri/berkelahi, maka pada masa itu kerajaan Cina menghancurkan Biara Shaolin. Tetapi Kempo hidup dan berkembang di sebagian masyarakat secara rahasia, dimana tehnik Kempo dipakai untuk melawan segala jenis kejahatan. Pada masa itulah tumbuh dan berkembang beberapa jenis aliran beladiri yang berasal dari Kempo.


Sebelum Perang Dunia II, penemu Kempo, Doshin So tinggal di Cina. beliau berkesempatan berlatih dari beberapa aliran Kempo yang sudah berkembang. Doshin So dipaksa untuk pulang ke Jepang pada saat Rusia memulai invansinya ke Mansuria. Pengalaman saat Rusia menduduki Cina, menimbulkan inspirasi Doshin So untuk mendedikasikan dirinya untuk membina orang-orang yang mempunyai inginan untuk berbhakti kepada masyarakat dan lingkungannya. Doshin So memakai prinsip - prinsip ajaran Budha pada awalnya. Sementara ajarannya

Sabtu, 19 Oktober 2013

Juara Umum, Kempo Semarang Akhiri Penantian Panjang 22 Tahun

Menang,  merupakan sebuah kata yang sangat diharapkan bagi siapa saja, dengan giat dan tekun berlatih, kemenangan pun akan dapat diraih.
Berikut berita terbaru dari suara merdeka, kota Semarang Indonesia.




SEMARANG, suaramerdeka.com - 17 oktober 2013
Penantian panjang tim Shorinji Kempo Kota Semarang akhirnya usai. Setelah 22 tahun, Ibu Kota Jateng berhasil menjadi juara umum cabang beladiri kempo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2013 di Banyumas, 8-12 Oktober lalu.

Para kenshi Semarang berhasil membawa pulang delapan emas, lima perak, dan empat perunggu. Sukses ini juga sekaligus revans atas tuan rumah Banyumas yang mengalahkan pada pra Porprov.

Emas Kota Lunpia kategori randori putri didapat dari Nuzula Niken RHP (45 kg), Hanun Alfreda Priyono (42 kg), Navia Niklmaturrahmah (48 kg), dan Firstynina Cheppy (60 kg). Bagian putra dipersembahkan Robertus Wurianda (75 kg).

Adapun kategori embu diperoleh dari nomor embu berpasangan putra kyukenshi, embu berpasangan putri yudhansa, dan embu beregu putri. Ketua Umum Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) Semarang Angudiargo mengatakan, prestasi ini merupakan kerja keras dari seluruh atlet, pelatih, dan pengurus.

''Kerja keras selama hampir tujuh bulan dan melalui pemusatan latihan selama dua bulan terbayar dengan hasil maksimal. Bahkan perolehan medali melampaui harapan kami,'' tutur pria yang akrab disapa Argo ini.

Perkemi sendiri akan membuat program mingguan, untuk memantau perkembangan kenshi usai Porprov ini. Nantinya, atlet lapis pertama dan kedua akan melakukan latihan bersama. Di sisi lain juga untuk meningkatkan soliditas tim.

Salah satu program lain yang akan dimaksimalkan adalah liga randori dan embu. Rencananya, kedua liga ini akan digelar kembali pada Desember mendatang. Salah satu keberhasilan kenshi Semarang adalah adanya kompetisi antardojo pada liga ini. ''Makin semaraknya kejuaraan atau liga ini, membuat kenshi makin bergairah. Efeknya prestasi akan semakib bagus,'' tandasnya.
Argo berharap, momen ini menjadi kebangkitan kempo Semarang. Dulu, lanjutnya, Semarang sangat disegani di Indonesia terutama di kategori randori.


(Krisnaji Satriawan/CN26