Kaiso Ke Jepang
Setelah
peperangan seselai, orang-orang yang berada di Cina pulang ke Jepang. So Doshin
tetap tinggal di Shenyang bersama teman-temannya di masyarakat Cina. Hubungan
dengan orang-orang tersebuty memungkinkan dia kembali ke Jepang lebih cepat.
Temen-teman di Cina mencoba untuk membujuk agar tetap tinggal di dalam Negeri
China, dengan alasan Jepang telah dihancurkan Sekutu. Kepada teman-temannya
Doshin So mengatakan bahwa mungkin Jepang telah hilang, tetapi ia belum pernah
hilang, dan masih sebagai orang Jepang. Ia ingin kembali ke Jepang untuk
membantu, membangun kembali Jepang. So Doshin mendarat pada Sasebo, daerah di
Nagasaki pada tahun 1946. Sepanjang perjalanan pulang tidak jarang ia
menggunakan teknik kempo untuk menghindari gangguan dari penumpang yang lain.
Akhirnya
Doshin ke kota kelahiran ibunya.
Dan menginap di kemenakannya di Osaka. Ia
memulai hidup baru dengan menjalankan bisnis produk bahan kimia bersama
temannya dari Cina. Dari sini Doshin dapat bertahan hidup dan mendapatkan
kenyamanan. Pada waktu yang sama, Doshin melihat penderitaan yang diakibatkan
oleh perang, inflasi, kemiskinan, pengangguran, memicu orang melanggar hukum
dan orang tidak mau mendengarkan suara hati untuk orang lain. Ia ditawari
beberapa lahan di Tadotsu, suatu daerah pedesaan dan pelabuhan di pulau
Shikoku, Daerah administrasi Kagawa. Dan akhirnya Tadotsu telah menjadi Mecca
untuk Shorinji Kempo.