Mendirikan Shorinji Kempo
Doshin
So memulai dengan membangun aula kecil, dan memberi pengajaran dan filosofi
pada Oktober 1947. Pada awalnya ia tidak begitu diterima, karena dianggap orang
asing di daerah tersebut, dan juga pengajaran yang tidak sesuai dengan
nilai-nilai yang sudah ada. Yang datang untuk mendengarkan thanya sedikit, tapi
yang kembali lagi lebih sedikit lagi.
Ketika
So Doshin sedang mempertimbangkan bagaimana cara yang tepat untuk mengajarkan
filosofinya, dalam suatu mimpinya ia bertemu dengan Bodhidharma, berjenggot dan
berpakaian seperti biarawan budha, berjalan dengan cepat dihadapan So Doshin,
ia berusaha berbicara pada Bodhidharma tetapi tidak dapat mendengarnya,
Bodhidharma hanya menunjukkan satu arah dari tangannya, So Doshin berusaha
memahami mimpinya. Akhirnya ia memutuskan untuk memberikan pengajaran Zen
Budhisme, seperti ketika ia belajar di Kuil Shaolin. Yang kemudian ia gabungkan
dengan filosofi yang pernah ia terima.Bukan pengajaran yang berhubungan dengan
peperangan untuk memenangkan lawan, tetapi lebih kepada pelatihan jasmani dan
peningkatan rohani untuk kemajuan bersama. Doshin akhirnya mengorganisir
kembali sistem teknik yang telah ia pelajari sebelumnya dan menyelaraskan
dengan pemahamannya akan Zen Budhisme.
Kota
Tadotsu sedang dalam kekacauan, banyak penjahat dan pasar gelap setelah perang
berakhir. So Doshin mengajarkan teknik kempo
kepada muridnya dengan cepat. Dan
bersama muridnya turun ke jalan untuk menantang penjahat yang ada di jalanan,
karena ia berpikir, dengan pengguanaan teknik yang dikuasai untuk kebaikan hal
itu adalah benar. Bersama dengan polisi setempat Doshin So berhasil mengamankan
kota.
Untuk
memastikan muridnya tidak kembali turun ke jalan, mereka harus bekerja terlebih
dahulu. So Doshin mengajarkan teknik Beladiri dengan melatih fisik dalam format
Zen. Akhirnya makin banyak murid baru yang bergabung dengan pelatihan
tersebut.. Di tahun 1950, Doshin So membentuk perkumpulan yang bersifat
religius, tahun 1951, resmi menjadi organisasi “Kongo Zen Sohonzan Shorinji”.
Dan membentuk sekolah untuk melatih Shorinji Kempo untuk membentuk pemimpin
masa depan waktu itu, yang bernama sekolah Zenrin Gakuen (akademi hutan zen),
sebagai awal dari Nihon Shorinji Budo Senmon Gakko (Akademi Shorinji Kempo
Jepang), yang sering disebut juga Busen (Budo Senmon).
Sebagian
dari diri kalian adalah untuk orang lain, adalah satu pengajaran didalam Busen.
Masing-masing individu harus berusaha hidup layak. Semboyan Shorinji Kempo dan
Kongo Zen yang dikenal sampai hari ini ” Pikir separuh untuk kebahagiaan milik
mu, setengah untuk kebahagiaan dari yang lain” ( Nakaba wa jiko Nakaba wa jiko
shiawase wo, nakaba wa hito nakaba wa hito shiawase wo). Selama tahun 1950 an
sering mengadakan demonstrasi publik untuk publik, seperti embu taikai,
sehingga mempercepat pertumbuhan organisasi. Tahun 1960, Doshin So muncul di
televisi nasional, sehingga semakin meningkatkan ketenaran Shorinji Kempo pada
publik. Di 1963 membentuk ” Shadan Hojin Nihon Shorinji Kempo Renmei” di kuil
Tadotsu, untuk mempelajari Buddhism yang dipelajari selama di kuil Shaolin
Kuil, yaitu mempelajari penyelesaian suatu sengketa dengan cara penengahan
lewan pengajaran Budha dan mempelajari teknik Beladiri.