Tampilkan postingan dengan label panduan menuju pemahaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan menuju pemahaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 November 2013

"HITO, HITO, HITO, SUBETE WA HITO NO SHITSU NI ARU"

BismillaahirRahmaanirRohiim

-"manusianya, manusianya, manusianya, - segala sesuatu tergantung pada kualitas manusianya."  
    (Hito, hito, hito, subete wa hito no shitsu ni aru)

Kata Kunci:

  • Ditemukannya Shorinji Kempo dan konteks sejarahnya
  • Manusianya, manusianya, manusianya - segala sesuatu tergantung pada sifat orangnya
  • Pembentukan dunia yang ideal berdasarkan pengembangan individu.
  • Membentuk pemimpin-pemimpin sejati
  • Sifat-sifat manusia yang ideal dari dalam Shorinji Kempo.


- Motivasi dan ketetapann ditemukannya Shorinji Kempo

Pada tahun 1945, dalam keadaan perang di daerah timur laut Cina , kaiso (DOSHIN SO) menyaksikan realita politik internasional yang keras di mana kepentingan-kepentingan negara dan ras mengambil tempat utama , dan hanya yang kuat yang benar.

Ditengah situasi ini , Kaiso (DOSHIN SO) menyadari bahwa peristiwa - peristiwa yang terjadi sangat dipengaruhi oleh karakter dan cara berpikir orang - orang yang memiliki pengaruh. Kaiso menyatakan realita ini sebagai "manusianya, manusianya, manusianya, - segala sesuatu tergantung pada sifat-sifat orangnya."

Ia memperhatikan bhwa "apabila masyarakat diatur oleh orang-orang, maka kedamaian sesungguhnya hanya dapt datang dari pengembangan rasa kasihsayang, keberanian dan rasa keadilan dalam diri sebanyak mungkin orang."