-"manusianya, manusianya, manusianya, - segala sesuatu tergantung pada kualitas manusianya."
(Hito, hito, hito, subete wa hito no shitsu ni aru)
Kata Kunci:
- Ditemukannya Shorinji Kempo dan konteks sejarahnya
- Manusianya, manusianya, manusianya - segala sesuatu tergantung pada sifat orangnya
- Pembentukan dunia yang ideal berdasarkan pengembangan individu.
- Membentuk pemimpin-pemimpin sejati
- Sifat-sifat manusia yang ideal dari dalam Shorinji Kempo.
- Motivasi dan ketetapann ditemukannya Shorinji Kempo
Pada tahun 1945, dalam keadaan perang di daerah timur laut Cina , kaiso (DOSHIN SO) menyaksikan realita politik internasional yang keras di mana kepentingan-kepentingan negara dan ras mengambil tempat utama , dan hanya yang kuat yang benar.
Ditengah situasi ini , Kaiso (DOSHIN SO) menyadari bahwa peristiwa - peristiwa yang terjadi sangat dipengaruhi oleh karakter dan cara berpikir orang - orang yang memiliki pengaruh. Kaiso menyatakan realita ini sebagai "manusianya, manusianya, manusianya, - segala sesuatu tergantung pada sifat-sifat orangnya."
Ia memperhatikan bhwa "apabila masyarakat diatur oleh orang-orang, maka kedamaian sesungguhnya hanya dapt datang dari pengembangan rasa kasihsayang, keberanian dan rasa keadilan dalam diri sebanyak mungkin orang."
Kemudian Ia memutuskan "mengumpulkan anak-anak muda dengan tujuan yang baik, untuk menerangkan sikap ini kepada mereka, dan menarik pengertian mereka kurang rasa keadilan, menanamkan kepercayaan diri, keberanian dan semangat mereka, serta mendidik orang-orang yang ingin berjuang untuk kebangkitan tanah airnya.
- Menermukan cara mengembangkan individu terutam melalui teknik-teknik beladiri
Kembali dari Ciina, Kaiso mendapatkan kacaunya Jepang karena kekalahan. Nilai moralitas dan kemanusiaan telah hilang, dan masyarakat Jepang saling bermusuhan karena ketidakadilan dan kekerasan yang dilakukan secara terbuka dimata umum. Dalam masyarakat ini, mayoritas besar anak-anak muda dan dewasa tidak memiliki harapan akan masa depan dan mengisi hidup dari hari ke hari saja, seperti gembala yang kebingungan. Menanggapi hal ini, Kaiso memerintahkan dan menyusun teknik-teknik yang telah ia pelajari selama berada di Cina, dengan menerapkan sentuhan kreasinya sendiri untuk membuat suatu sistem teknik yang baru, yang dapat dinikmati para individu untuk dipelajari.
Ia mengubah rumahnya menjadi tempat latihan, dan mengajarkan eknik-teknik serta kata-kata nasehat mengenai pandangan hidupnya dan mengenai dunia. Demikianlah perbaikan individu dimulai melalui teknik-teknik beladiri dengan bertujuan memperbaiki individu secara fisik dan mental dan mengubah masyarakat melalui cara yang damai.
Kaiso menenukan Shorinji Kempo dengan tujuan mengembangkan individu, serta mewujudkan masyarakat yang damai baik secara materi dan spriritual.
- Sifat manusia yang ideal didapat dari Shorinji Kempo
Sebagaimana dijelaskan diatas, Shorinji Kempo tidak hanya diciptakan untuk membuat orang menjadi kuat secara fisik atau menjadikan mereka petarung dengan teknik tinggi. Namun latihan Shorinji Kempo juga mengembangkan pemimpin-pemimpin sejati dengan pikiran yang sehat dan rasa keadilam yang tinggi; yang memiliki rasa percaya diri yang diyakini kemanusiaan atas potensi untuk berkembang; yang memiliki keberanian dan semangat yang diperlukan untukertindak secaraaktif sehingga kita secara individu dapat menuju kehidupan bahagia dan bersama-sama mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Kenshi Shorinji Kempo harus mempunyai tujuan menjadi orang yang dapat hidup berdasarkan keyakinan akan potensi mereka sendiri, orang yang dapat hidup sebagai penentu arah dari hidup mereka sendiri, orang yang dapat bertindak dengan mempertimbangkan kebahagiaan orang lain, orang yang dapat bertindak dengan kasih sayang, keberaniaan dan sikap yang adil, serta orang yang dapat hidup erat dan saling mendukung.
