Agen Intelegent
Di usai
ke 17 tahun, Januari 1928, Michiomi mendaftarkan diri masuk angkatan perang.
Dan ditempatkan di Manchuria sebagai Special Expeditionary Force, agen pasukan
khusus. Ditugaskan pada sekolah Taoist yang dikepalai oleh Chen Liang. Seorang
anggota rahasia Perkumpulan Zaijia Li, dan kepala perkumpulan Bunga Teratai
Putih (Byakuren dalam bahasa Jepang), sekolah tinju Shaolin Utara ( Shorin).
Sebagai murid Chen, Michiomi mempelajari kempo (Quan Fa – Tinju), dan juga pertama
kali Michiomi berkenalan dengan pengajaran Budha. Pengaruh Budha (Chan-Zen)
sangat kental dengan beladiri cina. Manchuria juga yang mengorganisir waktu itu
perkumpulan rahasia. Tahun 1931 Nakano Michiomi terkena tipus dan dikembalikan
ke Jepang. Bergabung dengan Kesatuan Angkatan Udara I. Ketika latihan terbang
malam, ia terkena seranga jantung, dan harus mendapatkan perawatan hingga 6
bulan. Para dokter memperkirakan waktu hidupnya 1 sampai 3 tahun.
Bulan
Oktober 1931, Michiomi kembali ke Manchuria dan Chen, ditugaskan sebagai agen
intelijen. Karena ia berpikir tidak punya umur panjang, Michiomi memilih untuk
melakukan berbagai macam misi. Chen bertanya padanya, mengapa ia menginginkan
kematian lebih cepat. Michiomi menceritakan apa yang telah dikatakan dokter
kepadanya waktu itu. Chen berkata kepada dia, siapa yang memutuskan hidupmu
hanya Cuma setahun? Nasib adalah sesuatu yang Gaib, di luar ken adalah
kematian. Kamu tidak akan mati dengan seketika, kamu harus berjuang untuk hidup
dengan segala usaha. Aku akan merawatmu mulai hari ini. Michionmi menjalani
perawatan dengan pijatan dan teknik akupressur, dalam bahasa jepang disebut
Kemyaku iho. Dan dalam istilah ShorinjiKempo sekarang disebut dengan Seiho
(seitai jutsu).
Dalam
melaksanakan misinya, Michiomi menyamar sebagai gelandangan, menemani Chen.
Pada tahun 1932, mereka berada di Beijing, di mana gurunya Chen, Wen Taizong
tinggal di sana. Wen waktu itu adalah guru besar dari sekolah Shaolin Utara
“Yihemen Quan” , atau Giwamon Ken dalam bahasa Jepang. Pada waktu masih mudah,
Wen adalah seorang biarawan kuil Shaolin, dan akhirnya menjadi guru besar
menggantikan Huang Longbai. Lalu Wen memperkenalkan Michiomi pada Huang, dan
akhirnya mengijinkan menjadi muridnya secara langsung. Huang mengajarkan Michiomi
36 macam kuncian dan teknik gulat naga, yang disebut Longxi Zhuji. Ia juga
mempelajari teknik lemparan Wa Hua Quan (Goka Ken, Tinju Lima Bunga), yang
akhirnya menjadi dasar prinsip lembut dan keras menjadi satu (Goju Ittai).
Setelah mempelajari beladiri dari kakeknya, kemudian menguasai apa yang telah
diajarkan Chen, Michiomi menerima semua pelajaran dengan cepat. Wen berpikir
telah menemukan seorang yang cukup cakap. Di musim gugur 1936, Wen dan Michiomi
menghidiri upacara di kuil Shaolin, Michiomi di angkat menjadi Guru Besar ke 21
dari Yihemen Quan. Wen menamai di “Doshin So”, yang berarti Yang Membantu Jalan
Menuju Religius. Dan nama tersebut dipakai sepanjang sisa hidupnya.
Sejak
kali pertama bergabung di kuil Shaolin, Doshin amat terkesan dengan lukisan di
dinding yang melukiskan Orang India dan Biarawan Cina berlatih dengan
menyenangkan dan dilakukan bersama-sama. Metode ini berlawanan denga pelatihan
yang selama ini dia lakukan, dan ia mengembangkan gagasan, dimana untuk
berlatih harus ada kerja sama dengan pasangannya, untuk kepentingan berdua.
Dalam bahasa jepang, konsep ini dinyatakan sebagai “otagai renshu” (berlatih
untuk satu sama lain), atau “jita kyuraku” (menikmati dengan orang lain).